EDITORIAL

Tawuran dan Penataan Kurikulum Pendidikan Nasional

oleh: Admin | 2012-10-02 22:53:29

Tawuran dan Penataan Kurikulum Pendidikan Nasional

Seorang pelajar, Jerremy Hasibuan, tewas dalam tawuran pelajar di Bintaro, 7 Agustus lalu. Satu nyawa melayang percuma dalam tawuran yang melibatkan pelajar SMAN 87 Jakarta dan SMA Kartika ini, belum korban luka-lukanya.  

Sehari sebelumnya juga seorang remaja ditemukan tergeletak dengan luka di kepala sesaat setelah tawuran pelajar terjadi di Mampang I, Jakarta Selatan.

Tawuran pelajar marak terjadi bahkan di saat Ramadhan. Menurut Kabid. Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Bulan puasa lalu saja polisi telah membubarkan 10 aksi tawuran massa, yang diantaranya melibatkan pelajar sekolah.

Lebih lanjut,  data Biro Operasi Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa di Jabodetabek ini ada 71 satu titik daerah rawan tawuran. Di antaranya di Jakarta selatan 20 titik, Jakarta Timur 9 titik, Jakarta Pusat 8 titik, Jakarta Barat 5 Titik, dan sisanya di Bekasi, Depok, dan Tangerang. 

Sangat tidak asing bagi kita yang melewati jalur Senin-Kampung Melayu melihat anak-anak berseragam sekolah saling mengejar dan saling lempar batu di jalanan. Selasa, 28 Agustus 2012, di Lampu merah Kebon Pala, beberapa warga dan pengguna jalan menjadi saksi, aksi anarkis anak-anak sekolah. Berbekal batu, ikat pinggang, pentungan, anak-anak maju mundur mengikuti irama lemparan batu yang bertubi-tubi meluncur dari kedua belah pihak yang dipisah pertigaan lampu merah. Beberapa bapak-bapak nampak hanya geleng-geleng, melihat aksi itu dari dalam pagar rumah di samping lintasan kereta Api.

Anak-anak seperti tanpa kontrol. Para orang tua hanya diam mengawasi, sedang aparat polisi sering datang terlambat. Pos Polisi Lalu Lintas di samping lampu merah sudah nampak sepi. Para pedagang helm, asesoris motor, dan barang-barang bekas menutup dagangan mereka dengan tutup seadanya.

Kerasnya batu, tajamnya parang atau sabit, atau ‘empuknya’ pentungan, tak membuat anak-anak yang sudah ‘menggila’, takut. Rasa solidaritas, dan hubungan emosional antar teman lebih banyak mempengaruhi perilaku para pelajar ini. Selain, kelabilan psikis pada anak-anak di usia sekolah ini.

Paling banyak tawuran pelajar terjadi karena hal-hal sepele. Misalnya ada anggota geng pelajar dari sekolah satu, diejek oleh anak dari sekolah lainnya. Tak terima anak ini mengajak teman-temannya memberi pelajaran pada anak yang mengejek. Berkelanjutan sampai proses tawuran terjadi, seringkali berulang-ulang terjadi dari titik persoalan yang sama.

 

Berita terakhir seorang pelajar Jakarta tewas. Alawy Yusianto menjadi korban tawuran antara SMA 70 dan SMA 6 Jakarta. Selang sehari, Alawy di makamkan (Kompas, 2/10/2012), seperti tak jera, pelajar SMK di Manggarai terlibat tawuran.

Bila memar-memar di tubuh, darah mengalir di kulit, nyawa melayang tak membuat jera, lantas apa yang bisa paling tidak menghentikan aksi kekerasan para pelajar ini? Penyuluhan orang tua agar lebih baik lagi dalam mengawasi pergaulan anaknya? Penindakan tegas dari aparat polisi pada siswa yang terlibat tawuran? Pelibatan polisi dilakukan, nyatanya tawuran makin marak, siswa makin nekat dan bringas. (Kompas, 2/10/12). Meminta sekolah lebih tegas dan ketat lagi dalam mendidikan para siswanya? Terutama kaitannya dengan disiplin? Atau dengan memperbanyak pelajaran tentang moral dan akhlak?

Terbaru, kurikulum pendidikan nasional sedang dipersiapkan pemerintah. Arahnya adalah pendidikan tematik, dengan pendidikan karakter menjadi orientasinya. Beberapa pelajaran akan dipangkas, untuk efektifitas pembelajaran. Pendidikan karakter akan banyak diajarkan di level pendidikan dasar. Sedang kemudian, semakin tinggi jenjangnya, semakin dikurangi pendidikan karakternya, di ganti keilmuan.

Bagaimana menurut anda? Silahkan tulis pesan dan pendapat anda mengenai maraknya tawuran pelajar dan arah pendidikan nasional kita?

 

 

 

 

PIMPINAN PUSAT FATAYAT NU

Komentar

captcha

IKLAN

Pentingnya ASI untuk Bayi

KUTIPAN

KETENTUAN TENTANG DIYAT -

Dalam pembahasan fiqih, para ulama sepakat bahwa hukuman qishash wajib dijatuh...
Selengkapnya

KOLOM

Dosa Kita Pada Riyanto (Pahlawan Bom Malam Natal)

Oleh: Lazuardi Ansori

Tahun 2000 saya masih tinggal di kampung halaman saya. Sebuah desa di sebelah 

Selengkapnya

KONSULTASI

Lelaki Beristri Mengaku Tidak Beristri, Supaya Lamarannya Diterima

Oleh: Admin

S: Bagaimana pendapat Muk

Selengkapnya

PUSTAKA

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah,

Selengkapnya
  • Innalillahi wa innailaihi Raji'uun KH. Dja'far Aqil Siraj Wafat : Innalillahi wa innailaihi Raji'uun telah wafat KH. Dja'far Aqil Siraj Wafat, pengasuh Pesantren Kempek Cirebon, juga saudara tertua Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj, Selasa, 1/04, pukul, 18.15 WIB, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Semoga Amal Ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan segala dosanya diampuni. Lahul Fatihah. Amin.

©2012 PP FATAYAT NU